Kumpulan tulisan pengembangan diri owner dan bisnis UMKM

Melipatgandakan Penjualan Dengan Membangun Pasukan Reseller

Ketika ditanya apa tujuan Anda berbisnis, maka jawabannya variatif. Mulai dari berniat membayar hutang, untuk menambah penghasilan yang kurang, atau memang tidak ada pilihan lain,hehe.

Tapi di benak Anda yang paling dalam saya yakin, Anda memiliki cita-cita yang sama. Yaitu untuk membantu lebih banyak orang lain entah dengan produk terbaik Anda atau dengan membuka banyak lapangan kerja.

Apa daya, mimpi yang tinggi harus terbentur dengan atap kenyataan. Boro-boro untuk menggaji karyawan, untuk produksi sehari-hari pun engap-engapan.

Gimana bisa mau membuka banyak lapangan kerja, kalau untuk operasional kerja saja harus menguras profit cukup besar. Memang terkadang untuk tujuan yang mulia ujian dan jalannya harus terjal mendaki.

Nah daripada menggalau karena cita-cita luhur Anda tak dapat tercapai, Anda bisa memulai dengan Membangun Pasukan Reseller.

Dengan begitu, selain Anda bisa melipatgandakan penjualan yang sebelumnya kurang, Anda juga bisa membantu orang lain memperoleh penghasilan dari komisi penjualan produk.

Sekali dayung, dua-tiga pulau terlampaui, begitu kira-kira peribahasa menggambarkannya.

Namun seperti yang saya ucapkan di awal, tekadang untuk tujuan mulia memang banyak ujiannya, termasuk dalam membangun pasukan reseller.

Bagi Anda yang sedang memulai atau sudah pernah merekrut reseller, pertanyaan dan kendala berikut ini mungkin tidak lah asing lagi. Mulai dari :

  • Rekrut reseller baiknya berbayar atau gratisan?
  • Sebaiknya menggunakan media apa untuk rekrut Reseller?
  • Bagaimana Pembagian komisi yang sesuai dengan Reseller?
  • Produk apa yang paling cocok dijual dengan sistem Reseller?
  • Bagaimana agar Reseller tetap Aktif Jualan?
  • Apa saja yang perlu disiapkan untuk modal Reseller jualan?
  • Bagaimana membuat Reseller loyal dengan Anda?

Kalau masalah-masalah di atas menjadi kendala Anda dalam membangun pasukan Reseller, maka jangan bersedih karena Anda tak sendiri.

Survey membuktikan hampir semua pebisnis yang ingin memulai membangun pasukan memiliki kendala yang sama. Pertanyaan-pertanyaan di atas sering sekali muncul saat training Membangun Tim Reseller Ednovate.

Beberapa peserta juga ada yang pernah bercerita pengalamannya membangun reseller sebelumnya.

Sudah merekrut ribuan reseller dengan biaya yang cukup besar malah, tapi sayangnya kurang dalam pengelolaan. Sehingga banyak reseller yang kemudian kena penyakit “muntaber” alias mundur tanpa berita. Namanya masih ada di grup, tapi sudah tidak aktif jualan. Sayang sekali bukan?

Padahal jika tau polanya dan caranya Anda bisa meningkatkan penjualan hingga berkali-kali lipat dengan bantuan tim Reseller.

Mulai dari cara merekrutnya, bagaimana bisa merekrut ratusan reseller dan memperoleh profit dari biaya pendaftarannya.

Lalu bagaimana mengelola grup reseller, mulai dari sapaan rutin hingga edukasi mengenai produk atau promosi.

Terakhir, saya yakin Anda semua mengetahui bahwa mendapatkan reseller itu lebih mudah dibandingan mempertahankannya, sehingga perlu juga kita mengetahui bagaimana caranya agar mereka loyal pada Anda.

Semua jawaban dari pertanyaan di atas akan Anda temukan di setiap bab-bab yang ada di dalam rangkaian tulisan ini. 

MEMBANGUN RESELLER TERNYATA ADA FORMULANYA

Tidak ada yang instan untuk bisa meraih kesuksesan, perlu proses perlu persiapan. Ketika Anda merintis bisnis, maka perlu menerapkan formula dan strategi agar bisnis Anda terus bertumbuh.

Sama halnya dengan membangun bisnis, Anda juga perlu menerapkan formula membangun pasukan reseller secara lengkap agar bisnis Anda bisa banjir order.

Ilustrasi gambar dibawah ini adalah formula banjir order dengan pasukan reseller yang bisa Anda terapkan di bisnis Anda. Formula ini saya terapkan bersama tim ketika merintis Ednovate.

Yuk kita simak dan pelajari bagian-bagiannya.

Nah dari gambar itu kita bisa melihat setidaknya ada 6 langkah dalam  memperoleh Banjir Orderan Dengan Pasukan Reseller.

  1. Menyiapkan Media Rekrutmen
  2. Menentukan Produk Potensial
  3. Melakukan Rekrutmen Secara Rutin
  4. Memberikan Edukasi Pada Reseller
  5. Melengkapi Amunisi Jualan Reseller
  6. Manajemen Reseller agar Loyal

Keenam langkah tersebut akan dibahas secara lengkap dalam rangkaian bab tulisan di dalam website ini.

Jadi silahkan pelajari semua bagiannya sampai tuntas yah.

Pastinya Anda sudah tidak sabar kan, mempelajari setiap bagiannya. Maka saya tidak akan berpanjang lebar lagi di pendahuluan ini.

Jangan lupa siapkan catatan dan tempat yang nyaman, Selamat belajar dan praktek terus yah!

Sumber : https://ednovate.co.id/cara-melipatgandakan-penjualan-dengan-membangun-pasukan-reseller/

Teknik Upselling Sadis Ala Starbucks Ini Bisa Anda Dicontek Untuk Bisnis Anda

Dewasa ini tidak ada satupun orang di perkotaan yang tidak mengenal Starbucks, Anda tentunya sudah kenal dengan café asal Amerika yang menawarkan beragam menu kopi ini, bukan? Starbucks kini menjadi brand yang sangat terkenal di seluruh dunia dan memiliki value dengan nilai yang sangat mahal. Menurut Interbrand, Starbucks menduduki peringkat ke-57 di dunia karena kemampuannya dalam membangun merek.

Pada kesempatan kali ini, kita akan membahas tentang tiga teknik upselling yang diterapkan oleh Starbucks yang bisa banget kalau Anda mau contek dan terapkan untuk bisnis Anda. Poin pertamanya adalah extreme upselling. Anda pasti pernah merasakan Ketika Anda memesan minuman di Starbucks, baristanya memberikan beberapa penawaran kepada Anda. Entah itu tambah caramel sauce, cream, atau mungkin makanan. Inilah yang dinamakan dengan extreme upselling.

Bagi Anda yang sudah pernah mengikuti workshop saya, Extreme Funneling, Anda pasti mengetahui bagaimana aktivitas di belakang layar (back end) itu menghasilkan uang yang lebih banyak daripada di depan layar (front end). Kalimat di atas  bisa kita jadikan perumpamaan di mana ketika Anda menjual produk apapun, jangan pernah lupa untuk membuat program upsellingnya.

Ada hal yang lebih penting lagi dari program upselling, yaitu flow dari funnel itu sendiri. AHHA moment yang penting untuk Anda mulai pikirkan adalah bagaimana situasi pada saat orang lain mau membeli produk Anda. Kira-kira bagaimana penawaran produk yang tepat. Misalkan ada beberapa customer yang masuk ke Whatsapp Messenger setelah diarahkan dari Landing Page, sebelum closing atau setelah mereka mengirimkan totalan sebaiknya ditawarkan produk apa lagi.

Hal itulah yang diterapkan oleh Starbucks, di mana ketika Anda selesai memesan minuman yang Anda mau, si barista akan menawarkan kepada Anda untuk upsell mulai dari ukuran gelas, varian rasa, penambahan topping, sampai dengan makanan di etalase sebelah mesin kasir. Dan itu semua dilakukan sebelum mereka menyebutkan angka yang harus Anda bayarkan dan menerima uang Anda.

Tips kedua yang juga penting adalah ciptakan flow atau aliran funnel Anda. Ini biasa kita kenal dengan sales funneling. Sales funneling adalah proses tahap demi tahap yang harus Anda lalui untuk mendapatkan penjualan. Sedangkan extreme upselling adalah menyusun berbagai macam penawaran sedemikian rupa A, B, C, dst. agar penawaran tersebut menarik dan bisa ditawarkan ke pelanggan serta dibuatkan pula funnelnya.

Poin kedua adalah Starbucks menciptakan experience (pengalaman) baru. Sebelum mereka menerapkan strategi yang tepat untuk cabangnya, mereka melakukan riset pasar untuk menjawab kebutuhan customer. Di mana saja di antara cabang-cabang yang mereka dirikan yang mana kebanyakan customernya lebih membutuhkan konten dibandingkan kopi, atau sebaliknya. Setelah mendapatkan hasil dari riset, merekapun berusaha menciptakan experience baru bagi customer. Contohnya adalah Starbucks 23Paskal yang menyajikan pengalaman membuat kopi sendiri dipandu baristanya.

Menciptakan experience baru untuk customer juga menjadi salah satu yang saya terapkan pada workshop saya, yaitu dengan menyediakan sesi boardgame. Jika Anda pernah mengikuti beberapa workshop di berbagai kota, Anda pasti belum menemukan sesi unik bermain boardgame yang saya adakan di Workshop Extreme Funneling. Ini adalah pengalaman baru bagi customer di mana mereka tidak hanya duduk mendengarkan materi yang saya bawakan di workshop tetapi juga mengasah otak dengan bermain boardgame.

Apakah sebuah pengalaman baru bisa berdampak positif bagi bisnis? Jawabannya iya, karena ketika mereka bermain boardgame di akhir sesi workshop, mereka akan memotret dan membagikan pengalaman tersebut di akun social media mereka. Dalam seketika postingan itu bisa viral dan menjadi media promosi workshop Extreme Funneling. Jika Anda saat ini belum menciptakan pengalaman baru untuk customer Anda, segera buat karena itu bisa menjadi ajang promosi gratis untuk Anda.

Poin ketiga adalah bagaimana Starbucks mampu menjaga konsistensi brandnya dari tahun ke tahun. Starbucks tidak pernah ikut-ikutan kompetitornya menggarap pasar di bawahnya atau membuat kampanye pemasaran yang bisa menjadi boomerang untuk dirinya sendiri. Seperti yang Anda lihat kempanye pemasaran Starbucks tidak banyak berubah, yaitu hanya menawarkan program potongan harga, beli satu gratis satu, bundling pembelian minuman dengan makanan, dll.

Menjaga konsistensi brand adalah hal yang penting untuk Anda terapkan pada perusahaan atau bisnis Anda. Ini juga sudah saya terapkan pada salah satu perusahaan saya, BErl Cosmetics, tepatnya pada saat membuat brand blueprint strategy. Setiap pemangku kepentingan kala itu berdiskusi apa culture (budaya) yang kami terapkan, value (nilai) yang kami pegang, sampai dengan brand identity dari BErl Cosmetics. Setelah membuat itu semua, pekerjaan pun belum selesai, karena pekerjaan terberatnya adalah menjaga konsistensi brand dengan baik. Oleh karenanya ini dibahas setiap annual meeting.

Brand tidak hanya sekadar logo atau merek, tetapi sampai kaidah font dan warna juga benar-benar dijaga sampai dengan cara reseller memposting caption di Instagram mereka. Ketika ada salah seorang reseller yang berperilaku tidak baik di media social seperti nyinyirin orang, pasti langsung ditegur baik itu oleh agen atau pemilik BErl Cosmetics langsung. Mengapa begitu? Karena itu tidak sesuai dengan culture yang diterapkan pada BErl Cosmetics di mana perusahaan ingin menciptakan vibrasi yang positif.

Manfaat yang dirasakan BErl Cosmtics dari menerapkan konsistensi brand adalah tumbuh signifikan secara eksponensial selama 3 tahun terakhir. Manfaat itu juga pasti dirasakan oleh Starbucks di mana brand strategy yang mereka terapkan mampu membuat merek mereka dikenal baik oleh masyarakat. Dengan begitu tercipta labeling di pikiran masyarakat, kalau mau ngopi ke Starbucks, kalau mau meeting di Starbucks, kalau mau nyantai sambal wifi-an ke Starbucks. Ini membuat penjualan di Starbucks tidak pernah berhenti.

Pertanyaannya adalah apakah Anda saat ini sudah punya brand strategy atau brand book? Jika belum, pikirkan ingin dilihat sebagai apa bisnis atau produk Anda di mata konsumen?  Buatlah segera brand blue print strategy Anda, karena tidak ada yang tahu di masa depan bisa saja brand Anda dihargai semahal atau bahkan lebih dari Starbucks. Dan ingat setelah ada strateginya, terapkan secara konsisten.

Itulah Teknik Upselling yang diterapkan oleh Starbucks. Anda bisa mulai merumuskan strategi dan coba menerapkannya satu persatu pada bisnis Anda.

Untuk Anda yang mau mempelajari lebih dalam tentang cara-cara meningkatkan penjualan produk di bisnis Anda, segera join ke eCourse Dewa Selling dengan mengklik link berikut ini :

https://course.billionairecoach.co.id/courses/detail/dewa-selling

Sumber Artikel : YouTube Dewa Eka Prayoga

Modul Mentoring UMKM

Untuk dapat membentuk pelaku UMKM yang berkualitas, kami memberikan materi pelatihan yang berjenjang dan terstruktur sesuai kebutuhan dan kapasitas usaha masing-masing peserta program yang dibagi dalam 5 tema besar, yaitu Motivasi & mindset bisnis, Digital Marketing, Manajemen Marketing, Manajemen produksi & Tata kelola. Secara terperinci, materi-materi tersebut adalah:

  1. Motivasi & Mindset Bisnis
  2. Teknik Pemasaran Digital
    1. Whatsapp Business
    2. Instagram Marketing
    3. Facebook Marketing
    4. Marketplace On-boarding
    5. Google My Business
    6. Membuat Toko Online Gratis
    7. Teknik Copywriting
    8. Foto Produk dengan Smartphone
    9. Desain Iklan dengan Canva
    10. Video Iklan dengan Smartphone
  3. Manajemen Marketing:
    1. 9 Elemen Inti Pemasaran
    2. Segmenting, Targeting, Positioning
    3. Membangun Diferensiasi
    4. Merancang Bauran Pemasaran
    5. Selling Skills & Closing Techniques
    6. Strategi Membangun Merek/Brand
    7. Pelayanan Prima & Menangani Keluhan Pelanggan
    8. Mengembangkan Saluran Distribusi Pemasaran
    9. SME Go Export
  4. Manajamen Produksi
    1. Merancang Kemasan Yang Mengesankan
    2. Merancang Inovasi Bisnis & Produk
    3. Menghitung Harga Pokok Penjualan
  5. Tata Kelola Usaha
    1. Membuat Perencanaan Usaha Dengan Business Model Canvass (BMC)
    2. Mengelola Keuangan Usaha
    3. Pencatatan Transaksi Keuangan Digital
    4. Perijinan Usaha & Perpajakan
    5. Mengenal Berbagai Opsi Permodalan & Sistem Pembayaran

Facebook? Masih Jaman?

Di tengah maraknya platform social media kekinian seperti Instagram dan TikTok, Facebook bisa saja dianggap ketinggalan. Namun, statistika tampaknya tidak setuju. Per awal 2020, Facebook dikatakan memiliki 1.66 miliar kunjungan tiap harinya, berbeda jauh dari Instagram yang masih berkisar pada angka 500 juta kunjungan. Terlebih, 74% pengguna facebook adalah kalangan yang memiliki penghasilan di atas rata-rata.

Dari kacamata bisnis, data di atas tentunya menunjukkan potensi yang besar untuk menjadikan Facebook sebagai tempat publikasi. 95% praktisi social media marketing bahkan mengatakan bahwa Facebook adalah platform yang paling mereka fokuskan. Jika belum cukup meyakinkan, Facebook sendiri menyatakan bahwa lebih dari 3 juta bisnis secara aktif menggunakan Facebook untuk beriklan. 

Layanan iklan ini sendiri disebut dengan Facebook Ads. Secara sederhana, Anda diperbolehkan menggunakan data demografi Facebook untuk mendukung bisnis Anda, baik itu untuk memperkuat/mengenalkan brand atau mendapatkan penjualan – tergantung kebutuhan masing-masing. Penempatan umum dari iklan ini adalah pada bagian tengah dan sisi kanan feed

Untuk mencoba, Anda juga tidak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Cukup dengan minimal Rp. 10.000,00 per hari iklan Anda sudah siap untuk mengudara – tentu semakin tinggi nominal semakin banyak pula pengguna yang bisa Anda jangkau. Ingin segera memulai menerbitkan iklan Anda sendiri? Ikuti course ini hingga habis untuk mengetahui dasar-dasar dan best practices seputar Facebook Ads.

Sumber : Internet

Daftar Event

pastiin nomor whatsapp aktif ya.
pastiin alamat emailnya aktif ya.
Dengan mencentang ini maka anda otomatis akan mendapatkan informasi terkini produkdepok.com secara GRATIS.